PT Pertamina Bangun Infrastruktur di Kilang Cilacap

PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Gas, Subholding Kilang, Subholding Shipping, dan PT Badak LNG bekerjasama untuk menyediakan infrastruktur gas alam cair atau yang sering dikenal dengan Liquefied Natural Gas (LNG) terintegrasi, untuk mendukung pengembangan bisnis kilang Pertamina di Cilacap.
Pertamina Bangun Infrastruktur Gas Alam Cair di Kilang Cilacap

PT Pertamina dan Badak LNG Bangun Infrastuktur di Kilang Cilacap

PT Pertamina adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada tahun 2013. sedangkan Badak LNG, atau dahulu dikenal dengan nama PT Badak Natural Gas Liquefaction atau PT Badak NGL, adalah perusahaan pengolah gas alam cair terbesar di Indonesia dan salah satu kilang LNG yang terbesar di dunia.

Proyek ini akan menyuplai gas dengan peningkatan volume secara bertahap mencapai 111 MMSCFD selama 20 tahun ke Kilang Cilacap.

Pembangunan infrastruktur ini akan dilaksanakan dengan skema Small Scale Land Based Regasification Terminal dan diperkirakan membutuhkan biaya investasi sebesar 151,7 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 2,1 triliun per dollar hari ini dengan kurs senilai Rp 14.300 per dollar AS.

12 Komitmen kerja sama ini diwujukan dalam tiga lingkup perjanjian yaitu, antara PGN dan KPI untuk penyediaan infrastruktur LNG. Berikutnya antara PGN dan PT Badak LNG untuk penyediaan fasilitas penyimpanan dan breakbulking LNG. Lainnya, antara PGN dan PIS untuk utilisasi kapal LNG dengan skema long term time charter atau skema angkutan LNG lainnya.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi contoh bagi Subholding lain bahwa Pertamina Group dapat bersinergi dan menghasilkan manfaat yang luar biasa,” ujar Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono, dalam keterangan tertulis, dilansir Rabu (26/5/2021).

Mulyono mengatakan, proyek ini akan digunakan untuk mengembangkan market LNG retail di Jawa Tengah bagian selatan dan menghasilkan efisiensi luar biasa mencapai 58,5 juta dollar AS per tahun dengan pemanfaatan gas. Kilang Cilacap yang merupakan salah satu dari 7 unit pengolahan di Indonesia, memiliki kapasitas produksi sebesar 348.000 BSD.

Fasilitas tersebut bernilai strategis dengan memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Hal tersebut membuat Kilang Cilacap menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Haryo Yunianto mengatakan bahwa sinergi ini menjadi bentuk dukungan PGN terhadap Pertamina Grup dalam mengelola portfolio LNG yang bisa dioptimalkan dalam rangka substitusi bahan bakar berjenis Residual Fuel Oil (FRO) menjadi bahan bakar berbasis gas. “Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menumbuhkan perekonomian nasional dan dapat mengurangi impor serta menekan defisit neraca migas,” ujanya.
Pertamina Bangun Infrastruktur Gas Alam Cair di Kilang Cilacap

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *